1. Plastar Dinding Luar Kantor Desa (ADD)
2. Skat dinding lantai atas kantor desa (BPD, PKK, Karang Taruna) (ADD)
3. Rehab Jalan Poros Desa (APBD Kab)
4. Pengerukan & pemadatan Jl Ling di RW 6 (Dana Desa)
5. Pavingisasi Jl Ling RW 5 (Dana Desa)
6. Pavingisasi JUT Segupit-Sumberan (Bagi Hasil Pajak)
7. Pembangunan drainase di RW 2 (Dana Desa)
8. Pengadaan meja dan kursi siswa MI Ihyaul Ulum dan MIM V (Dana Desa)
9. Pengadaan Kantor Kopwan dan BUMDes (Dana Desa)
10. Pengadaan kios pasar desa (Dana Desa)
Gambar Embung Desa Cangaan sebelum dikeruk alat berat
Demi menyelesaikan masalah pengairan untuk pertanian, maka pemerintah desa Cangaan bersama kelompok tani mengajukan permohonan pengerukan embung lama yang dahulunya juga telah pernah mendapatkan bantuan pengerukan (sebagaimana gambar di atas) akan tetapi kurang sesuai dengan keinginan masyarakat dan kurang berfungsi.
Kemudian pada tahun 2011 pemerintah menyetujui program tersebut yang dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani, akhirnya kelompok tani mendatangkan alat berat di bantu beberapa dam truk untuk mengeruk embung lama tersebut, dan akhirnya program tersebut berjalan lancar dan sesuai dengan keinginan masyarakat. program bersebut menelan biaya 50 juta-an, adapun gambar kegiatannya adalah sebagai berikut :
Harapan kita bersama mudah-mudahan embung ini bisa menampung air hujan pada saat musim penghujan, dan bisa dimanfaatkan petani sekitar embung pada musim kemarau untuk kebutuhan pertaniaan, semoga bermanfaat, amiiiin.
Gambar kegiatan bersih-bersih lumpur di sumur taman
Gambar Sumur Taman Desa Cangaan
Sumur ini dulunya merupakan sumber mata air utama bagi warga Desa Cangaan, untuk kebutuhan sehari-hari khususnya air minum, boleh dibilang merupakan sumur tua di Desa kami. Konon di ceritakan karena sumur ini tidak pernah kering walau di musim kemarau, akhirnya warga yang asalnya bermukim di di tempat lain akhirnya pindah mendirikan rumah disekitar sumur taman ini.
Disamping sumur ini dikanan kiri sumur juga terdapat taman lanang dan taman wadon yang berfungsi sebagai tempat mandi warga dahulunya, juga pada zaman itu telah dibangun mushola untuk tempat ibadah. jadi pada zaman dahulu tempat ini merupakan tempat yang cukup penting bagi warga. walaupun saat ini sudah tidak dipergunakan lagi.
Sebagai anak turun para pendahulu kita, pemerintah desa tetap melestarikan dan merawat area tersebut, sebagai penghargaan bagi pendahulu kita sekaligus untuk bahan cerita bagi generasi penerusnya, bahwa pada zaman dulu masyarakat dengan semangat gotong royongnya, dengan alat yang sederhana telah bersama-sama membangun ketiga tempat tersebut demi memenuhi kebutuhan masyarakat. semoga kita dapat mencontoh semangat para leluhur kita.