Come and joint us

Alamat blog resmi Desa Cangaan http://desacangaan2012.blogspot.com

Tempat Sejarah Desa

Gambar Taman Lanang Desa Cangaan

Tempat Sejarah Desa

Gambar Sumur Taman (Sumur pomben)

Tempat Sejarah Desa

Taman Wadon Desa Cangaan

Pusat Pemerintahan Desa

Gambar Balai Desa Cangaan

Potensi Desa

Gambar Penggemukan Sapi

Potensi Desa

Gambar Peternakan Kambing

Potensi Desa

Gambar Areal Persawahan

Panorama Alam

Gambar Embung Desa / Waduk kecil

Panorama Alam

Gambar Pomben Sapi "Gempol"

Panorama Alam

Gambar Desa Cangaan dari Atas Gunung "Keindahan Alam Desa Cangaan"

Thursday, 21 June 2012

Kunjungi China Karena Berhasil Membangun Dari Kekuatan Desa

Desa Merdeka – Jakarta : Pansus RUU Desa dan RUU Pemda DPR dalam waktu dekat akan bertolak ke empat negara untuk studi banding. Dua pansus yang komposisi anggotanya sama itu akan dibagi menjadi empat rombongan, yang masing-masing rombongan akan mengunjungi satu negara.
Keempat negara yang dituju adalah Venezuela, Jerman, China, dan Jepang. Sementara itu,beberapa anggota Komisi I serta Komisi V DPR berangkat ke Spanyol dan Inggris. ”Untuk RUU Desa ke China dan Venezuela, saya ikut yang ke China,” beber anggota Pansus RUU Desa dan RUU Pemda Abdul Malik Haramain kemarin. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengungkapkan, China sebagai salah satu tujuan untuk kunjungan kerja dan objek studi banding, karena negara tersebut mampu membangun kekuatan negara dari desa.

9 Cara Mengendalikan Hama Tikus Sawah




Tikus sawah merupakan hama penting tanaman padi yang tiap tahun serangannya lebih dari 17% dari total luas areal padi. Hal ini disebabkan karena pengendalian hama tikus oleh petani selalu terlambat karena mereka mengendalikan setelah terjadi serangan dan kurangnya monitoring/pemantauan dari petani.
Pemahaman petani mengenai informasi aspek dinamika populasi tikus, yang menjadi dasar dalam pengendalian juga masih kurang. Kecenderungan petani masih kurang peduli dalam menyediakan sarana pengendalian tikus, organisasi pengendalian yang masih lemah, dan pelaksanaan pengendalian yang tidak berkelanjutan dapat mengakibatkan meningkatnya hama tikus sawah.
Tidak kalah penting adalah masih banyak petani yang mempunyai “persepsi mistis”. Dilingkungan masyarakat jawa, biasanya bila melihat tikus, tidak boleh menyebut tikus tetapi disebutnya :den bagus”. Padahal, pada hakekatnya hal tersebut dapat menghambat dalam usaha pengendalian tikus itu sendiri.

ADD Dalam Menunjang Pembangunan Desa

Written by Ardi
 Alokasi Dana Desa (ADD) adalah bagian keuangan desa yang diperoleh dari bagi hasil pajak daerah dan bagian dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah yang diterima oleh Kabupaten. Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa pada Pasal 18 dijelaskan bahwa Alokasi Dana Desa (ADD) berasal dari APBD Kabupaten/ Kota yang bersumber dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah yang diterima oleh Kabupaten/ Kota untuk Desa, paling sedikit 10% (sepuluh persen). Konsep ADD sendiri sebenarnya bermula dari sebuah kritik dan refleksi terhadap model bantuan desa yang diberikan Pemerintah Pusat bersamaan dengan agenda pembangunan desa sejak tahun 1969. Dalam mendesign transfer keuangan pusat dengan daerah, Pemrintah pada saat itu ternyata masih melanjutkan tradisi Pemerintah sebelumnya. Ini terlihat dari masih berlakunya beragam jenis transfer keuangan yang ditujukan kepada desa, seperti Bantuan Desa (Bandes), Dana Pembangunan Desa (Bangdes), serta Inpres Desa Tertinggal (IDT). Yang kemudian ini ditransformasikan melalui regulasi terbaru yaitu Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 140/640/SJ Tahun 2005 menjadi Alokasi Dana Desa (ADD).

Pembangunan Tempat Sampah Umum

Akhir tahun 2011 kemarin melalui dana ADD (Alokasi Dana Desa ) pemerintah desa membangun tempat sampah umum yang terletak di sebelah utara makam desa. pembangunan tempat sampah umum tersebut mengingat banyak warga yang membuang sampah sembarangan di tepi-jalan, di area pasar desa dan bahkan di area tanah perorangan.

Berikut gambarnya :

Tahun ini Cangaan bersih dari sampah

Berdasarkan laporan dan complain dari warga, utamanya pemilik lahan/tanah yang biasanya lahannya dijadikan pembuangan sampah liar warga dan juga keinginan pemerintahan desa agar Desa Cangaan menjadi Desa yang bersih, akhirnya baru-baru ini dalam bulan Mei Pemerintah desa bersama BPD, Ketua RT/RW memusyawarahkan permasalahan tersebut dan menghasilkan beberapa keputusan :
  1. Pemerintahan desa akan mengangkat seorang pegawai untuk mengambil sampah rumah tangga ke rumah-rumah dan akan diberi honor Rp.800.000 per bulan
  2. Warga dilarang membuang sampah sembarangan.
  3. Warga yang tidak mempunyai area pembuangan sampah (pluruan) sendiri harus ikut program desa tersebut.
  4. Warga yang ikut program tersebut wajib membayar iuran Rp.3.000 sd Rp. 5.000 per bulannya.
  5. Khusus untuk yang punya toko (banyak sampahnya) wajib membayar Rp.10.000 sd. Rp.20.000 per bulannya
Setelah program itu dijalankan, ternyata tidak semulus yang diharapkan, banyak juga warga yang masih keberatan perihal kebijakan tersebut. Pemerintah Desa dalam menyikapi keberatan warga akan mencari solusi atau cara untuk meredam dan memberikan pengertian kepada warga.

Demikian gambar pelaksanaan program :
Pekerja sedang mengankut sampah warga




Pekerja istirahat setelah capek mengangkut sampah

Wednesday, 20 June 2012

Pembangunan Saluran Irigasi di Embung Desa

Dalam bulan Mei ini Desa Cangaan memperoleh program pengadaan saluran irigasi, yang terletak di embung (waduk kecil) desa yang sebelumnya telah mendapatkan proyek pengerukan menggunakan alat berat (bego). Saluran itu dimaksudkan untuk mengairi areal pertanian di sebelah Selatan Embung.
Program pemerintah pengadaan saluran irigasi ini melalui Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Cangaan yang di ketuai mas Jazim. Dalam program tersebut sebagai ketua pelaksana adalah H. Sumari.
Dengan adanya jaringan irigasi yang menelan anggaran 70 juta ini, petani disekitar embung diharapkan bisa meningkatkan hasil pertaniannya, dan juga semangat untuk bertani akan meningkat.

Berikut ini gambar kegiatannya :
Proses penggalian untuk pemasangan cetakan saluran irigasi



Gambar saluran irigasi yang telah terpasang
Kondisi akhir dari kegiatan pengadaan saluran irigasi
 

Program Pemavingan & Pembuatan Drainase Jalan Lingkungan

Dalam bulan Mei sampai Juli 2012 program  Program Pemavingan & Pembuatan Drainase Jalan Lingkungan yang berada di RW 01 berbatasan dengan RW 07 tepatnya jalan menuju makam desa (Rumah Ibu Umiyatun menuju makam) direncanakan akan selesai di bangun.
Sumber dana utama di peroleh dari program PNPM tahun ini, atau menelan dana sekitar 90 juta-an, dalam kegiatan tersebut melibatkan peran serta masyarakat dalam hal penggalian drainase/got yang berada di tepi jalan yang diadakan secara bergiliran tiap hari, tiap setengah hari (pagi) menjadwal 15 s.d 25 orang.
Berikut ini gambar kegiatan tersebut :
Gambar diambil dari samping rumah Ibu Umiyatun menuju makam
Gambar pengerjaan pemavingan
Gambar kerja bakti warga
Begitulah paparan singkat tentang pelaksanaan program pemavingan jalan lingkungan menuju makam desa sekaligus pembuatan drainase / got. Semoga program ini bermanfaat bagi masyarakat, dan smoga semangat warga dalam membangun desa menuju yang lebih baik tidak pernah padam. Semangat !

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More